Penanaman Mangrove (Rhizopora), Jalan Lantebung Kota Makassar

Penanaman Mangrove (Rhizopora), Jalan Lantebung Kota Makassar

Mangrove merupakan jenis tanaman dikotil yang hidup di habitat air payau dan air laut. Mangrove tidak dilindungi atau dilarang untuk dimanfaatkan bagian-bagian tanamannya. Namun, disisi lain mangrove menjadi salah satu solusi yang sangat penting dalam mengatasi berbagai jenis masalah lingkungan terutama untuk mengatasi kerusakan lingkungan yangdisebabkan oleh rusaknya habitat untuk hewan. Kerusakan ini tidak hanya berdampak kepada hewan tetapi juga untuk manusia Integrated Terminal Makassar melakukan penanaman bibit Mangrove pada awal tanggal 10 juni tahun 2021 di Kawasan Ekowisata Lantebung.

 

Kini, per tanggal 21 oktober 2021 mangrove yang ditanam berumur 4 bulan dan tahapan pertumbuhannya telah masuk pada tahap pancang dengan tinggi diatas 1 meter. Pada kondisi dengan tinggi diatas 1 meter mangrove yang ditanam telah dapat berkontribusi pada pemulihan ekosistem, keuntungan fisik, dan memiliki manfaat biologi. Pada pemulihan ekosistem, penanaman 1000 mangrove oleh Integrated Terminal Makassar di Kawasan Konservasi Mangrove Lantebung mampu menambah luasan Kawasan, potensi kanopi atau penutupan lahan, dan sedimentasi lebih stabil sebab telah terdapat vegetasi baru. Sedangkan keuntungan fisik, mampu membantu dalam pencegahan abrasi di bibir pantai kampung Lantebung. Selain itu, pada manfaat biologi mampu menjadi tempat hinggap hewan bentik (kerang kecil). Disisi lain, mangrove bertindak sebagai rantai makanan. Mangrove banyak disuaki oleh ikan-ikan kecil dan juga kepiting. Tidak sedikit ikan yang menggantungkan hidup dnegan memakan daun tanaman mangrove untuk keberlangsungan hidup mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published.