Konservasi Terumbu Karang & Desa Ekowisata

Konservasi Terumbu Karang & Desa Ekowisata

PT. Integrated Terminal Bitung Bitung memiliki program Kehati yaitu Transplatasi Terumbu Karang. Melalui program transplantasi terumbu karang jumlah dan varietas jenis terumbu karang memberikan dampak secara langsung terhadap mesyarakat sekitar yaitu terciptanya biota laut dan tempat hidup ikan, sehingga berdampak pada ekosistem bawah laut dan nelayan pada umumnya. Menurut penelitian terumbu karang bermanfaat sebagai tempat hidup ikan yang banyak dibutuhkan manusia dalam bidang menjadikan wisata bahari melihat keindahan bentuk dan warnanya. Selain itu terumbu karang dapat digunakan dalam penelitian dan pemanfaatan biota perairan lainnya yang terkandung di dalamnya.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terkait konservasi lingkungan dan ikut serta melestarikan lingkungan untuk keberlangsungan hidup dimasa yang akan datang.

Sebagai bentuk Keseriusan dan komitmen PT. Pertamina Integrated Terminal Bitung untuk terus merehabilitasi terumbu karang di Kota Bitung, Pada tanggal 29 Desember 2020 kembali melaksanakan Program Monitoring dan Perawatan Terumbu Karang yang sebelumnya telah dilakukan penanaman, berlokasi di perairan Kelurahan Pintu Kota dan Dorbolaang Lembeh Kota Bitung, Program Transplantasi karang dilaksanakan pada tahun 2016 dan 2017 dengan total  960 Bibit karang ditanam pada 80 modul karang dengan ukuran 40cm x 60cm yang tersebar di tiga lokasi utama;  lokasi pertama di Kelurahan Dorbolaang, Lembeh Selatan (40 Modul), lokasi kedua di  Kelurahan Pintu Kota depan Pintu Masuk Desa via laut (20 Modul) dan lokasi ketiga di  Tanjung Kelurahan Pintu Kota, Lembeh Utara (20 Modul). Bibit karang yang ditanam berasal dari berbagai jenis karang diantaranya jenis Acropora, Porites, Stylophora dan Seriatopora.

Program ini melibatkan dan memberdayakan masyarakat agar dapat memajukan pendapatan ekonomi masyarakat pesisir khususnya diarea sekitar penanam karang, sebagai desa ekowisata dengan spot wisata diving, snorkeling, dan edukasi rehabilitasi karang khususnya di Kota Bitung dan Indonesia pada umumnya.

Dampak lingkungan yang dihasilkan dari inovasi ini adalah meningkatkan spesies terumbu karang di selat Lembeh dan meningkatnya rantai nilai total spesies terumbu karang

Leave a Reply

Your email address will not be published.