Program perlindungan keanekaragaman hayati fuel terminal parepare dilaksanakan dengan monitoring berkala terhadapa kehadiran flora dan fauna area perusahaan untuk mengetahui keberadaannya.
Hasil pengambilan data analisis vegetasi mangrove dilapangan dengan menggunakan metode Kuadran diperoleh 5 spesies mangrove, yaitu Rhizopora mucronata 201 individu, Rhizopora apiculata 10 individu, Sonneratia alba 12 individu, Nypa fruticans 6 individu dan Lumnitzera racemosa 6 individu, dengan total keseluruhan 235 individu. Pengambilan data mangrove untuk kategori pohon tidak dilakukan pada area mangrove TBBM Pare-pare karena luasan area mangrove tidak mencukupi. Pada kategori tiang, ditemukan 3 species yaitu Rhizopora mucronata, Rhizopora apiculata dan Sonneratia alba, dengan didominasi oleh species Rhizopora mucronata dengan nilai dominansi sebesar 57,77% dan kerapatan relative 65,91%. Pada kategori pancang, hanya ditemukan species Rhizopora mucronata dengan nilai dominansi 100%. Sedangkan pada kategori semai ditemukan 5 jenis species mangrove, yaitu Rhizopora mucronata, Rhizopora apiculata, Sonneratia alba, Lumnitzera racemosa dan Nypa fructicans, dengan di dominasi jenis Rhizopora mucronata dengan nilai dominansi 89,44% Melihat hasil diatas dapat dilihat bahwa kondisi mangrove dilokasi tersebut tergolong rendah dan tidak rapat. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan keanekaragaman jenis menurut Shannon-Wienner yaitu H< 1, dimana hasil hitungan diperoleh 0,41439 yang artinya nilai H yang diperoleh kecil dari 1 sehingga keanekaragaman generasi rendah/ spesies rendah serta kestabailan komunitas rendah. Kawasan mangrove tersebut juga memiliki nilai indeks dominan yang tinggi berdasarkan tabel indeks dominansi simpson yaitu D>75 yang di dominansi oleh Rhizora mucronata.

Leave a Reply