PT Pertamina menaruh perhatian yang serius pada program konservasi hewan Endemik khas Indonesia. Yaki merupakan salah satu monyet asli Sulawesi yang terancam punah, persebaran alaminya terdapat di Sulawesi dari wilayah Minahasa sampai ke batas wilayah Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Hewan langka yang hanya dijumpai di Sulawesi Utara ini terdaftar di dalam Appendix II CITIES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora), dengan status konservasi Kritis (Critically Endangered) dalam Daftar Merah IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources), juga masuk sebagai spesies yang dilindungi di Indonesia.
Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki menjadi mitra dalam kegiatan konservasi monyet Yaki. Konservasi yang dilakukan adalah program penyelamatan, rehabilitasi, pelapasliaran dan edukasi. Program ini bertujuan meningkatkan kembali populasi Monyet Yaki di alam, selain itu upaya untuk mengurangi kegiatan pemburuan, pemeliharan dan konsumsi secara ilegal yang dilakukan oleh masyarakat Minahasa.
Kegiatan pelepasliaran monyet Yaki yang dilakukan menjadi program pelepasliaran pertama di Sulawesi Utara. Bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara, program ini berhasil melepasliarkan monyet Yaki sebanyak 26 ekor, dengan dibagi dua kelompok, pertama sebanyak 11 ekor dan kedua sebanyak 15 ekor. Kegiatan pelepasliaran dilaksanakan di CA Gunung Ambang, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Dampak lingkungan yang dihasilkan dari inovasi pada tahun ini adalah kembalinya Yaki (macaca nigra) sebanyak 26 ekor di habitat aslinya yang merupakan suatu keharusan rantai ekosistem yang ada di hutan Sulawesi Utara.Value creation yang diperoleh dari Program ini adalah Yaki (macaca nigra) dapat berkembiang biak dengan alami sebanyak 26 ekor di habitat aslinya

Leave a Reply