Tanaman kopi dapat menahan tanah dan air hampir sama dengan tanaman hutan, dengan kata lain bahwa fungsi konservasi tanaman kopi tidak berbeda dengan tanaman hutan. Salah satu metode konservasi tanah dan air adalah metode vegetatif. Vegetasi hutan contohnya adalah vegetasi ideal untuk konservasi tanah dan air. apabila dikelola secara standar, vegetasi tanaman kopi juga berfungsi sebagai sarana konservasi tanah dan air. Sifat-sifat botani dan standar budidaya tanaman kopi yang berperan dalam konservasi tanah dan air adalah: pertama tajuk berlapis-lapis (dengan pangkasan batang tunggal) dapat melindungi tanah dari tetesan air hujan langsung (rain drops impact) sehingga mencegah splash erosion.
Dusun Cindakko sendiri berada di pelosok pegunungan Kabupaten Maros yang berbatasan dengan tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Gowa, Kabupaten Sinjai, dan Kabupaten Bone. Dusun ini terletak di ketinggian 700 hingga 1.300 mdpl di mana sangat memungkinkan untuk bercocok tanam kopi.
Hal tersebut yang mendasari PT Pertamina (Persero) DPPU Hasanuddin untuk melakukan Program yang bertemakan “Gerakan Penanaman 22.000 Pohon Kopi Cindakko”. Kegiatan ini melibatkan 60 orang petani kopi dari Dusun Cindakko dengan menanam 22 ribu pohon kopi di hampir 55 hektar lahan tanam. Jenis pohon kopi yang ditanam pada kegiatan kali ini merupakan kopi khas Dusun Cindakko. Kopi Cindakko sendiri pernah diikutkan dalam festival International Coffee Day yang diselenggarakan pada 1 Oktober 2019 lalu di Kota Makassar dan menjadi salah satu varian paling menarik minat pecinta kopi di acara tersebut.

Leave a Reply