Program Pelestarian Keanekaragaman Hayati beserta Penanaman Mangrove di Kelurahan Parangloe, yang telah dilaksanakan sejak tahun 2024, merupakan upaya nyata dalam pelestarian, perlindungan, dan perbanyakan mangrove untuk mengurangi abrasi air laut serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Dalam konteks ini, konsep Ecoeduwisata Mangrove diperkenalkan sebagai sub-sistem baru dalam sistem konservasi pesisir yang lebih besar, dengan tujuan memadukan aspek pelestarian lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Sebelum program dijalankan, kegiatan konservasi mangrove di wilayah pesisir Kelurahan Parangloe masih bersifat terbatas dan belum terintegrasi dengan kegiatan edukasi maupun pemberdayaan masyarakat. Partisipasi masyarakat lokal dalam upaya pelestarian ekosistem pesisir masih rendah, sementara pemahaman tentang fungsi ekologis mangrove sebagai penahan abrasi dan habitat biota laut belum tersebar luas.

Proses Pembibitan Mangrove
Melalui program ini, dilakukan kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, LSM Maero, dan Kelompok Masyarakat Bangkona sebagai mitra pelaksana kegiatan konservasi. Sinergi antar pihak ini memungkinkan pelaksanaan penanaman sekitar 3.000 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata dan Avicennia marina di kawasan pesisir Kelurahan Parangloe. Setelah implementasi program, kawasan mangrove tidak hanya berfungsi sebagai area konservasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan wisata berbasis lingkungan. Masyarakat, pelajar, dan wisatawan dapat berpartisipasi langsung dalam kegiatan penanaman, pemantauan pertumbuhan, serta pembelajaran mengenai pentingnya mangrove dalam menjaga ekosistem pesisir. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat, memperkuat peran komunitas dalam pelestarian lingkungan, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap kawasan konservasi pesisir yang berkelanjutan.

Lokasi Penanaman Mangrove